Polewali Mandar – Selawesi Barat, Senin 02 April 2018, Telah dilaksanakan Sosialisai Kabupaten Program Pamsimas III T.A 2019 di Aula Balitbangren Kabupaten Polewali Mandar, Sosialisasi Kabupaten ini merupakan upaya untuk mendukung pemenuhan layanan air bersih Perdesaan di Kabupten Polewali Mandar Sekaligus menjadi wadah penjaringan minat Program Pamsimas III Tahun 2019

Kegiatan Sosialisasi Kabupaten ini dibuka secara Formal oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar selaku ketua Pokja AMPL, Ir. H. Andi. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan beberapa arahan kebijakan terkait dengan upaya-upaya yang akan dilakukan dalam mempercepat peningkatan akses air minum dan sanitasi pada tahun 2019.

Ir. H. Andi Ismail selaku ketua Pokja AMPL juga menyampaikan bahwa “urusan penyediaan air minum menjadi urusan wajib bagi pemerintah baik itu pusat dan daerah.  Urusan ini tentu sudah dibagi kedalam kewenangan-kewenangan. Peranan kita di daerah adalah menyentuh langsung masayarakat. Jadi kita perlu memberikan data ke Pemerintah Pusat sebagai bahan acuan Pemerintah pusat dalam perencanaan. Camat, Kades, lurah harus tau kondisi wilayahnya, harus tau kondisi akses masayarakatnya terhadap kebutuhan air’. Andi berharap bahwa data kondisi akses air minum agar dipetakan, sehingga memudahkan dalam perencanaan.

Dalam RKPD tahun 2019 ada 6 prioritas pertama; percepatan pengurangan kemiskinan, kedua; peningkatan kualitas SDM, ketiga; peningkatan nilai tambah ekonomi berbasis inovasi dan teknologi, keempat; peningkatan aksesibilitas melalui pengembangan infrastruktur, kelima; pemantapan ketahanan pangan dan sumberdaya air, keenam; Pengembangan tata kelola pemerintahan

Kasus stunting sekarang ini menjadi perhatian penuh oleh pemerintah pusat.  Sehingga Desa sebagai ujung tombak pelayanan agar betul-betul serius dalam memberikan pelayanan terutama pelayanan dasar kesehatan.  Identifikasi permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing.  Jadi bukan dana yang diberikan kepada masyarakat tetapi pelayanan dasar yang harus dimaksimalkan, kalau sanitasinya bermasalah. Anggarkan dalam APBDes, kalau air minumnya yang bermasalah tangani prasrana air bersihnya.  Stunting kini menjadi trending topik di pusat, beliau menargetkan seluruh desa di 2019 sudah ODF.

Lanjut sesi II setelah Ishoma, kesempatan di berikan kepada Direktur PDAM yang mengambarkan cakupan pelayanan eksisting dan proyeksi. “Air adalah kebutuhan pokok, kita tidak bisa hidup tanpa air.  Sehingga persoalan air adalah persoalan yang sangat substantif.   Untuk mengatasi persoalan ini tentu dimulai dari perencanaan.  Ada beberapa rujukan perencanaan yang menjadi acuan kami antara lain RPJPD, RPJMD, RPJMN, Jakstrada SPAM, RISPAM, Coorporate Plan, Business plan, danRKAP Tahunan PDAM, ujar Dir PDAM Kab. Polman”.

Abunawar, ST selaku PC Pamsimas Roms.15 Sulawesi barat menjelaskan, Pamsimas adalah program yang tidak populer karena ada in cash dan in kind. Pamsimas bukan hanya air minum tetapi juga sanitasi

Polman adalah kabupaten tercepat di kawasan timur indonesia dalam penyerapan anggaran dan penyelesaian pekerjaan. Ada 11 Desa yang kondisi keberfungsiannya kategori kuning artinya berfungsi sebagian.  Soskab akan ditindaklanjuti dengan akan dilakukannya sosialisasi di tingkat Desa.  (Jamaluddin dan Rahmad Fajar Kab. Polman;Deddy S-WDA NMC)